«

»

Mar 09

Print this Post

Wirausaha waralaba

ayam_resize_resizeMari kita bersama merenung dan merenung, saat ini kita sebagai pegawai, mengapa dalam waktu luang kita setelah bekerja dipakai santai-santai, padahal Rosullulah pernah berkata bahwa”manfaatkan waktu hidupmu untuk berbuat kebaikan dan beramal dengan sesama.

Dari renungan diatas saya mempunyai ide seperti ini :

Tela Tela fried cassava adalah perusahaan pelopor dan pemimpin pasar dalam industri snack ketela. Tela (Ketela) atau Singkong dalam bahasa Jawa (Telo = Jawa) atau (Cassava = Inggris) diolah dengan bumbu kualitas terbaik, digoreng, dan disajikan hangat dengan berbagai pilihan rasa.

Tela Tela dapat beroperasi perdana pada tanggal 24 September 2005 karena kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh 4 orang sahabat yang memunculkan kembali ide lama mereka dan mengemas ulang dalam bentuk produk dan paket bisnis yang lebih menjual.

Awalnya tidak terpikirkan untuk menjadikan Tela Tela sebagai usaha waralaba, akan tetapi karena banyaknya permintaan masyarakat untuk menjadi pewaralaba, maka dalam waktu s ngkat Tela Tela resmi menjadi usaha waralaba, dan dalam waktu kurang dari 1 tahun telah memiliki lebih dari 100 outlet, mendapat tawaran pameran, serta undangan untuk menjadi pembicara dalam seminar kewirausahaan, diliput juga oleh media cetak dan elektronik local dan nasional, bahkan beberapa kali menjadi topic skripsi serta tugas beberapa matakuliah mahasiswa di Jogjakarta.

Sekarang Tela Tela telah melebarkan sayap ke seluruh Indonesia dengan menunjuk agen-agen wilayah. Serta ingin mempromosikan makanan tradisional Indonesia yang dikemas dengan cita rasa modern dimana bahan bakunya 100% diolah dari basil bumi Nusantara.

Alasan Memilih Investasi Tela Tela
Tela Tela adalah perusahaan pelopor dan pemimpin pasar dalam industri snack ketela.
Menjadi snack favorit no. l di Yogyakarta tahun 2006.
Investasi yang terjangkau mengurangi besarnya kerugian disbanding usaha lain.
Break Event Point yang relative cepat, dengan lokasi yang tepat dalam 3-6 bulan sudah balik modal.
Konsep take Away menjadikan tela tela tidak membutuhkan tempat yang luas untuk berjualan, bahkan dapat dilakukan dengan konsep kaki lima.
Harga jual yang terjangkau bagi semua golongan masyarakat. Murah, Enak, Kenyang.
Tidak menggunakan system jual putus. Dalam hal pelayanan Agen selalu memantau perkembangan outlet dan terbuka untuk melakukan diskusi masalah.
Jaminan akan adanya inovasi produk menjadikan Tela Tela usaha jangka panjang.
Mampu dan berani bersaing dalam hal rasa, kualitas, maupun harga untuk produk yang sejenis.
Dukungan dari pusat atau agen untuk melakukan promosi bagi outlet baru.
Franchisee dapat melakukan konsultasi setiap saat dengan pihak perusahaan atau agen tanpa dikenai biaya.

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it:

Permanent link to this article: http://herubudiana.staff.umm.ac.id/2010/03/09/wirausaha-waralaba/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Captcha Garb (1.5)