«

»

Jul 19

Print this Post

Teknik Menguasai tanjakan

Cara Melewati Tanjakan Curam
Yang tau ilmu nanjak, pasti mau bagi2 ilmunya cara untuk bisa melewati tanjakan yang paling curam. Sebenarnya sih susah2 gampang, syaratnya kamu harus memiliki keseimbangan, goesan sempurna, kaki kuat dan gir rendah. Sebenarnya tanpa teknik yang baik, tidak ada satupun yang akan dapat membuat kamu mencapai 0,5m lebih tinggi dari tanjakan yang biasanya selama ini dapat dilewati. Kebanyakan dari kita, menganggap tanjakan curam adalah sama dengan kekalutan / kebingungan / kekacauan goesan untuk melewati tanjakan dengan tetap di atas sepeda, tanpa TTB ( Tun-Tun-Bike ).Ketekunan, tenaga dan ilmu terapan adalah sarana terbaik Mtb’er untuk dapat melewati tanjakan yang paling gahar sekalipun. Seni / cara melewati tanjakan curam dapat digambarkan pada tiga ketrampilan teknik dasar:
(1) Posisi tubuh yang benar.
(2) Menjaga goesan.
(3) Mengetahui apa yang sebaiknya tidak boleh dilakukan.
Sekali kita menguasai dasarnya, tanjakan yang tidak mungkin bisa dilewati akan berubah menjadi mungkin. Ketika ada kompetisi Up-hill, kenapa kita harus jadi penonton? Apa kita nggak pingin jadi jagoan tanjakan? He..hee…heee!!!Langkah Pertama:
KITA DAPAT MENGUASAI NANJAK BUNGKUKUntuk dapat melewati tanjakan yang paling curam, kita harus bersedia memohon pada MBAUREKSO-nya goesan dan kekuatan. Dan di BENAK kita akan timbul pertanyaan : Gimana sih caranya ato posisinya ngegenjot yang efisien? Apa nggenjotnya berdiri waktu tanjakan mulai terasa berat? Gimana kalo menunjukkan kejantanan kita dengan ngegenjot sepol-polnya tenaga dengan cepet??? Yaaah… yang bener aja! Nggak laahhh yaouw !!!

Cara terbaik untuk dapat melewati tanjakan yang sangat curam adalah kita harus menguasai cara nanjak secara bungkuk. Ini adalah aturan cara nanjak yang bener.

1: Jangan sprint di bagian awal tanjakan, karena kita akan sangat memerlukan semburan tenaga pada bagian ujung / puncaknya.

2: Gunakan gir yang sedeng, tetep jaga kecepatan kita sepanjang bagian bawah dan di bagian mudah dari tanjakan itu. Ketika tanjakannya jadi semakin curam, ganti ke gir yang semakin rendah (enteng) dan gerakkan pantat kita, ke ujung depan sadel, tapi jangan terlalu jauh, jangan sampai ban belakang kita slip pada tiap goesan.

3: Pindahkan beban tubuh kita ke pinggang untuk menjaga sebanyak mungkin berat pada roda belakang, tanpa membuat roda depan kita terangkat.
Posisi ini akan terasa sangat aneh karena kita membungkuk di atas Top tube dan nggenjot rasanya tidak nyaman ( padahal ini malah bener).

Langkah Kedua:
KITA PILIH JALUR LINTASAN YANG TERBAIK

Pandanglah bagian atas tanjakan dan pilihlah jalur lintasan terbaik yang akan kita lewati. Hindarilah sebisa mungkin pada bagian yang berbatu dan terlalu becek.
Sewaktu nanjak, pandangilah lintasan bagian depan roda( + 0,5meter minimum) sambil mendengarkan bunyi roda belakang yang nyaris slip, tapi masih punya traksi. Gerakkan punggung ke depan dan belakang dari posisi bungkuk tersebut untuk menjaga bunyi itu.
Hal ini adalah cara untuk menyeimbangkan kebutuhan berat pada roda depan untuk tetap menjejak tanah dengan traksi maksimum kita yang tersedia. Jangan mondar-mandir di atas sadel (kaya setrikaan), karena kita tidak dapat melakukan hal ini cukup cepat untuk membuat pergeseran berat yang pas. Dalam posisi ini, badan kita akan rendah, siku nekuk dan kepala maju. Yah persis seperti soang yang mau nyosor gitu.

Langkah Ketiga:
RAHASIANYA BUKAN HANYA PADA KEKUATAN KITA

Dalam situasi traksi minimal, “MENGANGKAT PANTAT DARI SADEL, BIASANYA JADI PERTANDA DARI AKHIR GENJOTAN & DIMULAINYA TTB”. Tetaplah dalam posisi bungkuk sampai kita sudah bisa melewati bagian yang paling curam dari tanjakan itu. Yah, kita orang pasti tau lah kalo cara ngegenjot kayak gini pasti bikin pegel.
Kesalahan kita sewaktu nanjak yang paling umum terjadi adalah memindahkan posisi tubuh ke depan waktu ban depan sudah melewati ujung tanjakan, padahal ban belakang masih dalam kondisi nanjak. Hal ini akan mengambil beban dari ban belakang ( yang masih di tanjakan) dan menghapus semua traksi kita.
Lakukanlah ini !!! dan kita akan gagal nanjak.
Jangan nyerah!!! Kalau kebetulan kita keluar dari jalur yang seharusnya, usahakanlah bertahan dan cari jalan alternatif ke atas.

LATIHAN CERMAT, HASILNYA HEBAT!!!
Di dalam sepeda gunung, membuang-buang energi sama dengan membuang-buang uang. Tidak ada orang yang mau membuang-buang ratusan ribu rupiah, tetapi banyak diantara kita yang membuang buang energi tanpa perhitungan dalam setiap kayuhan pedal. Energi adalah sumber daya yang terbatas, dan harusnya yang mula-mula ada di pikiran kita adalah genjot seefisien mungkin. Dan ternyata, efisiensi adalah sesuatu yang dapat dipelajari. Dengan kesabaran dan praktek, kita dapat belajar untuk menghemat rupiah energi kita.

DARIMANA KITA HARUS MULAI???
Cara terbaik untuk memulai ada pada kayuhan pedal. Ketika kita pertama belajar naik sepeda, kekeliruan yang kita semua buat adalah mengayuh secara kotak – kotak, atau ” patah – patah.” Maksudnya adalah mengayuh pedal hanya ke bawah saja, tapi melalaikan tarikan pedal ke atas. Tetapi jika kita melatih diri untuk menarik pedal keatas lalu turun kebawah, dorong ke belakang, tarik lagi ke atas maka titik mati pada kayuhan pedal secara kotak – kotak dapat dihilangkan dan lebih sedikit energi yang disia-siakan.
Kayuhan secara melingkar adalah inti dari teknik yang sesuai. Penguasaan ketrampilan ini dapat merubah Mtb’er yang biasa aja menjadi Mtb’er hebat. Kayuhan secara melingkar adalah suatu gerakan mendorong dan menarik pedal secara bersamaan. Sebab ketika satu kaki sedang mendorong ke bawah, kaki yang lain menarik ke atas, atau ketika kaki mendorong pedal kedepan kaki yang satu lagi mendorong kebelakang Keliatannya gampang, kan? Padahal enggak juga siih! Kesulitannya terletak pada waktu mengontraksikan dan merelaksasikan otot kaki bagian atas. Disinilah di mana kita harus latihan. Pada awalnya, hal ini membutuhkan banyak konsentrasi, tetapi ketika kita menjadi terbiasa, hal ini akan kita lakukan secara otomatis dengan sedikit konsentrasi. Kuncinya ada pada bagaimana cara kita memfokuskan diri pada gerakan pedal yang mengarah ke atas. dengan menggunakan Pedal Clipless, sebagai lawan Toe clip, akan membuat hal ini lebih mudah.
( Catatan: latihan ini mustahil untuk dilakukan tanpa Toe clip atau pedal clipless.)

NASIHAT ORANG TUA !!!
Jangan takut akan clipless pedal. Biasanya setelah satu atau dua minggu latihan dengan menggunakan clipless pedal, kita sudah akan menjadi terbiasa dengan mekanismenya. Jika kita menanyakan ke pada siapa pun yang telah terbiasa memakai clipless pedal, akan menjawab bahwa mereka tidak bisa mengayuh dengan sempurna tanpa menggunakan clipless pedal.
Alat lain yang berguna untuk meningkatkan efisiensi kayuhan adalah, cadence meter. Kegunaan cadence meter adalah menginformasikan berapa RPM kita. disinilah pentingnya kecepatan kaki. Kecepatan kaki adalah tingkat kecepatan genjotan kita. Semakin tinggi RPM, semakin tinggi kecepatan kaki kita. Dengan melatih kecepatan kaki, Kita melatih badan untuk memerintahkan serabut otot dalam waktu yang diinginkan. Mengayuh pada rpm tinggi dalam waktu lama membantu kita meningkatkan neuromuscular memory. (memori pada saraf2 otot)
Pada awalnya, pelatihan jenis ini paling baik dilakukan di jalan yang rata. Bukan berarti kita harus meninggalkan latihan ini di lintasan off road. Lebih baik mengayug ke lokasi lintasan daripada membawa mobil kelokasi lintasan tempat kita berlatih. Kalau kita tinggal agak jauh dari lokasi lintasan tempat kita berlatih, parkirlah mobil kita beberapa Km dari tempat lintasan itu, atau kalau kita mau memarkir mobil di dekat lintasan, lakukanlah pemanasan selama + 10 menit dengan roda gigi ringan dan jaga RPM sekitar 90 – 100. pada awalnya memang rasanya sangat janggal. Genjotannya cepet tapi ko’ jalannya pelan sekali. Jangan biarkan rasa janggal itu mendorong kita untuk menurunkan gigi roda ke tingkat yang lebih berat dan merusak irama latihan. Ingat, kita sedang berlatih untuk menjadi luwes. Berkonsentrasilah pada mendorong dan menarik serta timing kontraksi otot kaki bagian atas kita. Selagi kita melakukan hal ini, kita tetap harus waspada pada apa yang dilakukan anggota tubuh kita yang lain. Mulai dari kepala terus sampai ke ujung jari – jari kaki. kita mencari dimana badan kita sedang memboroskan energi. Relaksasikan semua otot yang tidak terlibat langsung dalam genjotan pedal. Mata tetap melihat ke depan dan posisi tubuh kita harus stabil. Jangan membungkukkan tulang belakang atau bahu kita. Jaga lengan kita sedikit bengkok, sehingga kita dapat menyerap goncangan dengan lengan kita dan bukan dengan punggung. Relaksasikan genggaman kita. Jangan biarkan tangan kita mencengkram handlebar/setang terlalu kencang. Percaya gak percaya, kita bisa memboroskan banyak energi biarpun Cuma melirak – lirikkan mata kita,

KURVA LATIHAN
Setelah dua atau tiga minggu, kita akan mulai merasakan di tanjakan kita mampu mengayuh dengan lebih halus dan terarah. Ini adalah hasil dari latihan menarik pedal. Kayuhan kita akan menjadi lebih lancar di lintasan tekhnikal dan berbatu – batu. Endurance kita akan bertambah, kecepatan kita akan bertambah dan kita bisa merngayuh lebih lama. Dan yang paling penting, kita akan lebih luwes di atas sepeda.

MANFAAT MENGUASAI TEKHNIK INI
Setelah kita menguasai tekhnik putaran pedal, waktunya untuk latihan di tanjakan panjang. Tujuan kita nanjak supaya kita tetap nyaman di atas sadel sambil tetap mengayuh secara melingkar dalam waktu lama. Disini kita bisa mengembangkan banyak tenaga dan stamina. tenaga adalah istilah yang berarti kemampuan untuk menggunakan kekuatan maksimal selama suatu usaha dilakukan (Intensity). Ingat, jangan terburu nafsu!!! Latihan ini hanya bisa dilakukan apabila kayuhan melingkar dan kecepatan kaki sudah kita kuasai. Hal tersebut dapat mencegah semua masalah yang dapat timbul dari kayuhan secara kotak – kotak. Tanpa latihan yang memadai, banyak orang yang mengalami sakit di punggung bagian bawah, kelelahan premature di otot perut. Atau rasa sakit di dengkul, akibat menahan terlalu banyak beban akibat otot – otot yang kurang terlatih. Banyak dari permasalahan ini dapat diperbaiki dengan berlatih di gym untuk meningkatkan kekuatan kaki dan tubuh bagian atas. Area yang harus dilatih meliputi, perut, pinggul dan otot tulang belakang. Area itu merupakan poros tubuh kita.
Sekalipun kita bukan seorang Atlet, jangan melalaikan teknik ini. Tekhnik yang lebih baik, bukan hanya untuk memenangkan lomba, tetapi juga untuk mendapatkan lebih banyak unsur kesenangan (fun). Jangan menjadikan latihan ini sebagai suatu beban. Gunakan waktu secukupnya untuk mengamati tekhnik kita dan dimana kita harus memperbaikinya. Tekhnik yang baik akan memastikan kita tidak mudah terkena cedera dan mendapatkan lebih banyak kesenangan setiap kali kita pergi nggenjot.

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it:

Permanent link to this article: http://herubudiana.staff.umm.ac.id/2011/07/19/teknik-menguasai-tanjakan/

14 comments

Skip to comment form

  1. bransoletki

    Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

  2. kliknij tutaj

    Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

  3. source

    It appears to me that this site doesnt load up in a Motorola Droid. Are other folks having the same problem? I enjoy this web site and dont want to have to skip it any time Im away from my computer.

  4. wiêcej

    This is getting a bit more subjective, but I much prefer the Zune Marketplace. The interface is colorful, has more flair, and some cool features like ‘Mixview’ that let you quickly see related albums, songs, or other users related to what you’re listening to. Clicking on one of those will center on that item, and another set of “neighbors” will come into view, allowing you to navigate around exploring by similar artists, songs, or users. Speaking of users, the Zune “Social” is also great fun, letting you find others with shared tastes and becoming friends with them. You then can listen to a playlist created based on an amalgamation of what all your friends are listening to, which is also enjoyable. Those concerned with privacy will be relieved to know you can prevent the public from seeing your personal listening habits if you so choose.

  5. more

    Apple now has Rhapsody as an app, which is a great start, but it is currently hampered by the inability to store locally on your iPod, and has a dismal 64kbps bit rate. If this changes, then it will somewhat negate this advantage for the Zune, but the 10 songs per month will still be a big plus in Zune Pass’ favor.

  6. Jual Lingerie

    Nice post. It’s really a very great article. I noticed all your important points. Thanks a lot..

  7. Magalys

    I really have to go with Chocolate being the feinmine and Peanut Butter being the masculine here. Chocolate being night and Peanut Butter being day. Yes, I did look up Yin and Yang on wikipedia just to be able to answer this. Yes, the toolset is REALLY REALLY SLOW. Why do you ask?

  8. Aqu

    Mr. Sklar, your assertion that peuant butter is nourishing boy scout stuff is alarming, given that peuant butter is the cause of death by drowning in one’s own mucus as one’s airway closes.Is it your contention sir, that all boy scouts should be asphyxiated in mucus?Are you inferring that dead boy scouts are nourishing in a Soylent Green context given how closely linked peuant butter is to death?I was with you on the chocolate statement until you took that alarming tangent regarding the toxic hazard that is peuant butter. Can you explain your hatred of boy scouts? Where do such harsh feelings originate?In conclusion, down with peuant butter, it’s gross and kills me.

  9. Adalberto

    Sorry, Gayleen, but I side with Cori and DCPS here.Under all the metaphysical balafegfb, Grymm the Pleasant is making an argument based on the premise that peanut butter is sweeter and darker than chocolate. That is only true if you compare the very sweetest commercial peanut butter (the kind that has icing-sugar added to a hydrogenated mixture) to the very least sweet chocolate (unsweetened bakers chocolate that has been aging long enough to develop a whitish film on top).Nobody with taste eats either of these things. I am surprised that someone like you, who rails against the low standards of popular culture, would fall into such a plebian trap.If you compare natural peanut butter to a Bernard Callebaut confection, it is clear that chocolate is yin and peanut butter is yang.QED

  10. Jjorge

    说道:ppte5ˆ†e4baabefbcše5a6‚e4bd•e6ž„e6žb6e5’Œe7aea1e790†e4b8aae4babae7š„e7Ÿa5e8af†e4bd“e7b3bb e59d8fe4babaefbcŒ I was recommended this blog by my cosuin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my problem. You are incredible! Thanks! your article about ppte5ˆ†e4baabefbcše5a6‚e4bd•e6ž„e6žb6e5’Œe7aea1e790†e4b8aae4babae7š„e7Ÿa5e8af†e4bd“e7b3bb e59d8fe4babaefbcŒBest Regards Veronica

  11. Yhonny

    说道:ppte5ˆ†e4baabefbcše5a6‚e4bd•e6ž„e6žb6e5’Œe7aea1e790†e4b8aae4babae7š„e7Ÿa5e8af†e4bd“e7b3bb e59d8fe4babaefbcŒ I was suggested this wietbse by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my problem. You are wonderful! Thanks! your article about ppte5ˆ†e4baabefbcše5a6‚e4bd•e6ž„e6žb6e5’Œe7aea1e790†e4b8aae4babae7š„e7Ÿa5e8af†e4bd“e7b3bb e59d8fe4babaefbcŒ Best Regards Agata Rolf

  12. Santiago

    That’s a wise anwesr to a tricky question

  13. Ellen Streat

    This web site is really a walk-through for all of the info you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll definitely discover it.

  14. here

    Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it. Look advanced to more added agreeable from you! However, how can we communicate?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Captcha Garb (1.5)