«

»

Mar 25

Print this Post

Bersepeda Cantik!

ss1Salah satu kekhawatiran yang timbul saat berpikir tentang “bersepeda” adalah bahwa sebagai aktivitas fisik, bersepeda berarti mengeluarkan keringat. Belum lagi kalau Anda punya kelenjar keringat yang lebih produktif, seperti saya.

Pendek kata, bersepeda itu identik dengan tampilan lusuh dan basah kuyup oleh keringat. Apalagi ada kepercayaan bahwa keringat adalah dosa-dosa kita yang keluar meninggalkan tubuh, yang mungkin bisa menjelaskan baunya.

Sebelumnya, mari main sejenak ke kardus berisi buku pelajaran biologi kita waktu sekolah dulu. Proses berkeringat adalah produksi cairan yang tersusun utamanya dari air dan bahan-bahan kimia berbau sepertu 2-methylphenol (o-cresol) dan 4-methylphenol (p-cresol), serta sedikit kandungan urea. Nah. Itu dia penjelasan kenapa baunya seperti itu. Selain karena dosa.

Proses berkeringat adalah usaha alami tubuh untuk mengatur suhu tubuh. Penguapan keringat dari permukaan kulit akan memiliki efek pendinginan karena panas laten dari penguapan air. Itulah mengapa saat suhu lingkungan panas, atau suhu tubuh meningkat karena penggunaan otot yang berlebih, produksi keringat akan lebih banyak. Penelitian juga menunjukkan bahwa laki-laki akan mulai berkeringat lebih cepat dari wanita, dan akan mengeluarkan keringat dua kali lebih banyak dalam waktu dan intensitas aktivitas yang sama. Oke. Masukkan kembali buku ke kardus. Kesimpulannya, kita tidak bisa menghindar dari berkeringat saat bersepeda, tapi kita bisa mengurangi produksinya.

Bersepeda cantik. Caranya? Yang jelas bukan dengan menyumbat satu-satu pori-pori kulit. Berikut ini ada beberapa cara, mulai dari yang murah, sampai yang agak konyol.

1. Manajemen Waktu

Akuilah. Bersepeda memang butuh alokasi waktu yang mungkin lebih lama dibanding dengan moda transportasi lain, terlepas dari kondisi kemacetan jalan. Lagipula, kalau sudah terlambat dan terburu-buru, ya jangan naik sepeda, lah! Tapi begini. Biar tidak kontraproduktif dengan tulisan saya sebelumnya, cara pertama dan termurah untuk bersepeda cantik adalah dengan manajemen waktu yang lebih baik. Pertama, mulailah coba rute dari rumah—atau kos-kosan—ke kantor dengan sepeda, saat tidak sedang dikejar waktu. Luangkanlah waktu untuk tidak ke Car Free Day pada satu hari Minggu, untuk mengukur berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan untuk berangkat ke kantor. Misalnya sudah ketemu, katakanlah sekitar 30 menit dengan kayuhan santai, berarti pada hari lainnya alokasikan waktu satu jam untuk perjalanan ke kantor. Pokoknya tambahkan waktu cadangan. Kita tidak akan tahu, misalnya suatu hari ada sebatang paku yang tiba-tiba kangen sama ban belakang kita, atau apalah itu. Alokasikan waktu dengan baik, sehingga kita tidak terburu-buru… dan bisa sampai ke kantor dengan produksi keringat yang seadanya. Tidak berlebih. Bahkan bisa jadi tetap kering. Alokasi waktu yang baik juga memungkinkan kita untuk punya cukup waktu istirahat, mengeringkan sedikit keringat, dan mengoleskan deodoran ke ketiak dan bagian beraroma lainnya. Trust me, they works.

2. Manajemen Tenaga

Tadi waktu, sekarang tenaga. Ada hubungan erat, sih. Dengan alokasi waktu yang lebih longgar, berarti kita tidak mengayuh dengan tergesa-gesa. Otot tidak dipaksa bekerja maksimal. Ingat buku dalam kardus tadi? Nah. Dengan tidak dipaksa bekerja secara maksimal, produksi keringat bisa ditekan. Dan kita bisa lebih menikmati perjalanan. Lihat sekitar, lihat garis cakrawala urban, lihat mbak-mbak kantoran di tepi jalan…

3. Manajemen Sepeda

Kalau sepeda Anda dilengkapi dengan sistem percepatan, alias bisa ganti gigi, belajarlah untuk mengoptimalkannya. Bukan, bukan dengan meng-upgrade-nya dengan tipe lain. Nanti dulu. Inti dari bersepeda adalah mengayuh. Nah, supaya tidak memaksa otot untuk bekerja keras, yang perlu dijaga adalah bagaimana putaran kayuhan kita—atau istilah kerennya cadence—bisa konstan sepanjang jalan. Ya, kalau di motor atau mobil, putaran mesin atau RPM-nya, lah. Dengan sepeda yang sistem percepatannya bisa diubah, ya posisikan saja seperti kalau kita mengendarai kendaraan bermotor. Sesuaikan dengan senyaman mungkin kayuhan kaki kita. Kalau putaran kaki terlalu cepat, pindah ke posisi gigi lebih berat supaya putaran kaki bisa lebih lambat. Begitu pula sebaliknya. Lalu bagaimana kalau sepeda saya cuma punya satu percepatan? Gampang saja. Saat putaran kaki dirasa terlalu cepat, silakan hentikan kayuhan. Coasting. Biarkan sepeda meluncur sendiri. Kalaupun tidak bisa coasting—pada sistem penggerak fixed gear, utamanya—ya sudah, lemaskan saja kaki dan biarkan pedal yang berbalik mengayuh kaki kita. Intinya cuma satu, seperti kata Bang Rhoma: santaaaaiiiii. Produksi keringat akan bisa ditekan.

4. Manajemen Pakaian

Paling enak sih kalau jarak dari tempat tinggal ke kantor cukup dekat. Berdasarkan pengalaman orang yang produksi keringatnya ampun-ampunan ini, dengan kayuhan santai—hubungannya erat dengan manajemen tenaga dan waktu tadi—dan kecepatan di bawah 15km/jam saya bisa menempuh perjalanan di bawah 5km tanpa harus berkeringat banyak. Tinggal dilap handuk kecil atau tisu, beres. Tidak perlu ganti pakaian.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang harus menempuh jarak di atas 5km itu, atau orang-orang yang mengklasifikasikan diri sebagai “performance-oriented cycling commuter” alias agak susah naik sepeda pelan-pelan atau bangun lebih pagi? Ya, berarti memang harus bawa pakaian ganti. Misalnya di kantor ada tersedia kamar mandi/shower, seperti TMT Tower di Jl. TB Simatupang, Jakarta (ada yang kerja di sini? Sumpah. Saya. NGIRI.), bisa sekalian meninggalkan peralatan mandi lengkap. Mandi di kantor, lah! Toh memang disediakan.

Alternatif lain, bisa numpang mandi di kos-kosan teman yang persis di belakang kantor (makanya, berteman…), di masjid, ngelobi janitor kantor biar dibuatkan kunci cadangan untuk kamar mandi VIP, banyak sekali kemungkinannya. Tinggal niat dan tebal-tebal muka sedikit, lah. Kalau agak keberatan dengan mandi-mandian di tempat umum begitu, tapi mau tidak mau tetap harus berkeringat, jangan khawatir. Masih ada jalan!

Pertama, terapkan tiga langkah manajemen di atas untuk meminimalisasi keringat. Lalu lengkapi dengan manajemen pakaian: gunakan pakaian yang cepat menyerap dan melepaskan keringat, supaya keringat yang sedikit itu bisa segera kering saat sampai di kantor. Banyak sekali produk garmen khusus olahraga yang memenuhi kriteria ini, dan banyak di antaranya yang cukup stylish bahkan untuk dikenakan saat tidak bersepeda. Lagipula pakaian-khusus-berkeringat ini kan tidak untuk dikenakan di kantor, kan? Memang tujuannya untuk digantikan dengan pakaian kerja, segera setelah sampai ke kantor. Mau bukti? Segera setelah Anda dapatkan sepeda untuk pergi pulang ke kantor, hubungi saya. Saya tunjukkan langsung semua rahasianya.

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it:

Permanent link to this article: http://herubudiana.staff.umm.ac.id/2013/03/25/bersepeda-cantik/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Captcha Garb (1.5)